PERPUSTAKAAN BDK BANDUNG

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of Memahami Penulis Perempuan Muslim Kontemporer Indonesia (E-book)
Penanda Bagikan

Text

Memahami Penulis Perempuan Muslim Kontemporer Indonesia (E-book)

Diah Ariani Arimbi - Nama Orang;

Perempuan, gender, dan Islam akan senantiasa menjadi arena yang diperdebatkan karena lokus mereka dalam relasi dengan Islam cenderung problematik, terutama ketika status mereka diwujudkan melalui pandangan- pandangan praktek Islam. Bermacam-macam interpretasi Islam telah mendefinisikan, melokalisir dan bahkan menjebak perempuan dalam kategori-kategori khusus yang pemanen. Amina Wadud dan perjuangannya untuk mendobrak hegemoni patriarkal fikih adalah sebuah contoh dari posisi problematik perempuan dalam Islam.

Usahanya untuk menjadi seorang imam, dengan memimpin sholat Jumat di New York, memantik kontroversi yang kuat.1 Peristiwa di mana seorang perempuan memimpin sholat untuk kongregasi lelaki dan perempuan berakibat pada seruan-seruan protes dari pemimpin-pemimpin Muslim dan kaum terpelajar Islam. Akan tetapi, walau banyak dari kaum otoriter religius mengutuki perbuatannya, beberapa pihak justru mendukungnya. Apa yang telah diupayakan oleh Wadud jelas menghadirkan gender sebagai isu utama selagi keberadaan seorang imam perempuan yang memimpin sebuah kongregasi campuran masih terus diperdebatkan.

Amina Wadud bukanlah satu-satunya perempuan yang berjuang untuk memunculkan perspektif-perspektif baru ajaran-ajaran Islam. Penerima Nobel Perdamaian tahun 2003, Shirin Ebadi, seorang hakim perempuan Muslim dari Iran, telah membuktikan bahwa Wadud tidak sendirian. Ebadi, perempuan penerima Muslim Nobel Laureate pertama dari negara Islam memfokuskan diri pada kongruensi wacana-wacana hak asasi manusia, Islam dan langkah-langkah yang perlu diambil untuk mencapai kesetaraan. Ebadi percaya bahwa dengan menggunakan Islam sebagai pendukung yang kuat dalam mencanangkan dan memajukan hak-hak manusia, usahanya tersebut akan dibenarkan.


Ketersediaan
#
Belum memasukkan lokasi Belum memasukkan lokasi
EB00214
Tersedia
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
-
Penerbit
surabaya : Airlangga University Press., 2018
Deskripsi Fisik
-
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
978-602-6606-88-4
Klasifikasi
NONE
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
muslim
Penulis
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
Diah Ariani Arimbi
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
  • E-book
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

PERPUSTAKAAN BDK BANDUNG
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

Perpustakaan Balai Diklat Keagamaan Bandung merupakan perpustakaan utama di lingkungan Balai Diklat Keagamaan Bandung yang difungsikan untuk mendukung seluruh kegiatan Balai Diklat Keagamaan Bandung.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?